DISPERSIP TABALONG DORONG BUDAYA BACA MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SMPN 1 BANUA LAWAS

DISPERSIP TABALONG DORONG BUDAYA BACA MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SMPN 1 BANUA LAWAS
BANUA LAWAS – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong melalui Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca terus berupaya meningkatkan budaya baca dan menumbuhkan minat literasi di kalangan pelajar melalui kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 1 Oktober 2026, bertempat di SMP Negeri 1 Banua Lawas, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong.
Kegiatan Gerakan Literasi Sekolah ini merupakan salah satu bentuk dukungan DISPERSIP Kabupaten Tabalong dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan. Melalui kegiatan ini, para pelajar didorong untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan positif, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan memahami informasi yang bermanfaat bagi proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan GLS juga menjadi sarana untuk mendekatkan layanan perpustakaan kepada peserta didik, sekaligus memperkenalkan pentingnya pemanfaatan bahan bacaan sebagai sumber pengetahuan di luar kegiatan pembelajaran di kelas.
Dalam kegiatan tersebut, pelaksanaan gerakan literasi diarahkan untuk membangun suasana belajar yang menyenangkan dan mendorong keterlibatan aktif para siswa. Peserta didik diharapkan tidak hanya membaca buku sebagai bagian dari tugas sekolah, tetapi juga memiliki kesadaran bahwa membaca merupakan kebutuhan untuk mengembangkan pengetahuan, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan prestasi belajar.
Melalui kegiatan ini, DISPERSIP Kabupaten Tabalong juga mendorong sekolah agar terus mengembangkan lingkungan yang mendukung budaya literasi, baik melalui pemanfaatan perpustakaan sekolah, penyediaan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan siswa, maupun pembiasaan membaca secara rutin.
Gerakan Literasi Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang gemar membaca, mampu memilah informasi, serta memiliki keterampilan literasi yang dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembiasaan literasi sejak usia sekolah diharapkan dapat menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tabalong.
Selain itu, kegiatan GLS menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam mewujudkan pemerataan akses terhadap pengetahuan. Kolaborasi tersebut diperlukan agar pengembangan budaya baca tidak hanya berlangsung melalui kegiatan sesaat, tetapi dapat berlanjut menjadi program pembiasaan yang dilaksanakan secara konsisten di sekolah.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong berharap kegiatan Gerakan Literasi Sekolah di SMP Negeri 1 Banua Lawas dapat memberikan dorongan bagi para siswa untuk semakin mencintai buku, meningkatkan kebiasaan membaca, serta memanfaatkan berbagai sumber informasi secara bijak dan bertanggung jawab.
Ke depan, penguatan literasi di lingkungan sekolah diharapkan terus dilaksanakan melalui kerja sama antara DISPERSIP, pihak sekolah, tenaga pendidik, dan seluruh warga sekolah. Dengan demikian, budaya membaca dapat tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan berkontribusi terhadap terwujudnya masyarakat Tabalong yang cerdas, berpengetahuan, dan berdaya saing.